Please Bantu Saya, Like This !!!

×

Powered By Blogger Widget and Get This Widget

Monday, June 3, 2013

Mengapa Anak Muda (Remaja) Bergabung Kedalam Geng Motor

Geng Motor


     Di Indonesia belakangan ini kasus geng menjadi merebak mungkin hasil pengamatan saya media mulai menganggak kasus geng dari semenjak era kepemimpinan presiden Soharto, namun disaat itu kebanyakan yang sering diberitakan kasus orang hilang, biasanya adalah orang - orang yang dianggap sebagai preman atau salah satu isu masyarakat tentang penilaian orang yang memiliki tattoo. Pdahal ketika itu dikoba bandung sedang marak - maraknya perkembangan geng dikalangan anak mudanya, kelompok mereka cenderung lebih kepada geng yang memiliki kesamaan sama -  sama senang dalam bidang otomotif kendaraan sepeda motor, yang kita kenal sekarang ini dengan sebutan geng motor. Dalam postingan saya sekarang ini saya ingin menulis tentang kecenderungan dan alasan - asalan kuat mendasar 'mengapa anak muda/ remaja bergabung kedalam geng' dalam hal ini geng motor. Kota Bandung menjadi salah satu kota dengan beberapa pusat kelompok geng motor karena dari kota Bandunglah beberada geng motor tersebut lahir dan berkembang,  dari mulai geng motor dengan sepeda motor bebek, sport hingga moge, mereka biasanya memiliki ciri yang dapat mudah dikenali oleh warga Kota Bandung, untuk salah satu geng motor dengan kendaraan sepeda motor bebek yang paling fenommenal diKota Kembang ini mereka  tumbuh berkembang dikalangan anak muda yang pada awalnya memiliki hobi yang sama dalam dunia otomoyif sepeda motor, mereka tidak saja menerima perekrutan dari kalangan yang seangkatan dari mereka, bahkan anak - anak sekolahpun dapat bergabungkedalam kelompok tersebut, terbukti dari beberapa sekolah dikota bandung yang menjadi cikal bakal lahinya kelompok bermotor ini. Tidak hanya faktor sekolah saja yang menjadi lahan mereka melakukan permbangan organisasi mereka, adapula yang lahir dari faktor lingkungan tempat mereka tinggal, biasanya karena mereka berkumpul (nongkrong) ditempat yang sama yang berdekatan dengan tempat mereka tinggal. Anggota mereka yang kebanyakan dari golongan anak - anak dibawah umur atau masih dalam tingkatan proses pendidikan (sekolah)  menjadi salah satu sorotan tajam beberapa pengamat sosial di Indonesia ini, mengapa mereka mendirikan, bergabung dan menyebarluaskan. Hal ini pernah saya bicarakan dengan salah seorang teman dekat saya yang dulunya aktif sekali dalam kegiatan salah satu kelompok geng motor kota bandung ini dan saya coba tulis tentang beberapa alasan mereka anak muda cenderung bergabung kedalam kelompok ini.

     Mereka tidak dapat disebut sebagai geng remaja, karena pada saat ini mereka juga memliki petinggi atau tokoh anggota yang sudah dewasa (berumur) biasanya menjadi salah satu unsur kepengurusan dalam kelompok ini. Mereka memiliki KDART tersendiri di setiap kelompoknya, ada hal - hal yang harus dipatuhi dan hal - hal yang di larang dalam setiap kelompok mereka.

     Dan beberapa hal yang dapat saya angkat disni tentang Faktor mendasar mengapa anak - anak usia remaja bergabung pada kelompok - kelompok geng motor  adalah :

Remaja Kreatif


     Rasa kesamaan pada kesenangan/ hobi dalam dunia otomotif dalam hal ini sepeda motor, hal ini sering menjadi alasan kuat mengapa mereka bergabung dalam kelompok bermotor yang mereka ikuti, dalam kasus ini anggotanya kebanyakan dari kalangan pelajar yang baru memiliki kendaraan bermotor dan mencoba menyalurkan kesenangan/hobinya dalam kelompok ini, banyak hal yang dapat dilakukan dalam organisasi ini menyangut dengan hal - hal tentang dunia otomotif kendaraan sedepa motor, mereka sering melakukan konvoi sepeda motor, yang dulu sangat terkenal di Kota Bandung ini, melakukan Touring ke beberapa daerah, dan yang sudah tidak asing lagi adalah melakukan aksi balap liar di beberapa ruas jalan dikota Bandung.

     Faktor ajakan teman, Tingkat solidaritas tinggi yang ada pada anak muda dikota Bandung ini menjadi salah satu faktor mendasar perekrutan anggota pada kelompok bermotor ini. Beberapa anggota biasanya bergabung dengan asalan karena ajakan temanya mereka yang biasanya memiliki ruang lingkup sosial baik di sekolah maupun di lingkungan tempat tinggalnya. Dibarengi rasa keingintahuan yang tinggi dan rasa solidaritas maka mereka bergabung pada kelompok yang sudah terlebih dahulu di ikuti oleh temannya tersebut.

     Mengikuti Idola, Seperti kebanyakan anak muda lainya, memiliki idola adalah hal yang menjadi salah satu hal dalam pembentukan keribadian mereka, media televisi indonesia yang kurang menjaring program - progam film yang di tayangkan ditelevisi dapat dengan mudah langsung di cerna oleh anak muda. Kita ketahui sendiri beberapa chanel di televisi berlomba - lomba menyuguhkan program tayangan mereka, yang ironisnya tidak memperhatikan dampak pada pemirsa yang menonton, dalam hal ini pada kalangan remaja, untuk beberapa contoh adalah film - film yang diproduksi oleh luar negri yang menganggakat cerita tentang kebrutalan, perjalanan, dan hal - hal yang dianggap menyenangkan dalam kehidupan geng. Karena kita ketahui juga masa - masa remaja adalah saat dimana seseorang senang dengan hal - hal yang sensasional, maka hal ini tidak urung menjadi salah satu hal mendasar mengapa ada beberapa remaja bergabung
kedalam kelompok bermotor ini.

     Kurangnya Kepercayaan Diri. Beberapa kasus mengenai hal ini sudah lumrah terjadi dikalangan dunia psikolgi remaja, yang terjadi biasanya mereka memiliki kecenderungan yang berbeda dengan teman - teman lainya lalu mencari dunianya dengan bergabung pada kelompok sosial lain. Biasanya ketika seorang anak yang memiliki tingkat kepercayaan diri yang kurang bergabung pada kelompok bermotor ini mereka akan mendapat kehidupan sosial yang mereka harapakan di jamannya, namun tidak sedikit juga anak - anak yang malah merasa ini juga bukan tempatnya berekspresi dan pergi meninggalkan kelompok ini setelah mereka bergabung dan mengenal kelompoknya yang sebelumnya telah dia ikuti. Kebiasaan main hakim sendiri sudah tumbuh dimasyarakat Indonesia dan ternyata hal ini pun tumbuh dalam kalangan dunia remaja, dampak yang terjadi pada kasus pengeroyokan/penganiyayan baik fisik maupun mental menjadikan psikologi anak terganggu dan cenderung memiliki sifat kurangnya kepercayaan diri yang menjadikan mereka mencoba mencari duni tempat mereka bebas berekspresi tanpa ada larangan dari kalangan sosial tempat mereka bergaul.

    Hal - hal diatas tadi adalah salah satu  faktor mendasar bagi seorang anak bergabung pada kelompok bermotor. Banyak media yang menganggat hal serupa dan dapat dengan mudah kita jumpai tulisan - tulisan para pengamat tentang hal ini, namun tidak sedikit juga para anggota geng motor yang menyangkal penilaian para pengamat, dan saya sebagai seorang yang memiliki teman dekat yang pernah tergabung dalam salah satu kelompok tersebutpun merasa kurang setuju, media terlalu berlebihan menganggat setiap masalah yang terjadi, banyaknya oknum yang bertindak kriminal dan merugikan lalu meng atas namanakan kelompok - kelompok bermotor menjadi salah satu virus tersendiri yang tumbuh dikalangan sosial dimasyarakat Indonesia yang berdampak penilaian negatif pada kelompok - kelompok bermotor.

Menurut saya terdapat beberapa hal posiitf pula yang lahir dari sebuah kelompok sosial ini, beberapa hal tersebutlah yang menjadi samar ketika media memberitakan hal - hal yang negatif pada khalayak luas.

     Didalam kelompok ini mereka membentuk sendiri struktur organisasi dari mulai dari kepala anggota hingga para anggotanya yang memiliki kegiatan - kegiatan tersendiri untuk setiap perkembangan kelompok mereka. Dalam hal umum saja kita bisa merasakan kehidupan yang berkelompok baik dilingkungan sosial terkecil (keluarga), masyarakat, sekolah, dan tempat bekerja, menumbuhkan sikap solidaritas, tanggung jawab dan beberapa unsur sosial yang terkandung didalamnya. Sebagai Contoh Kecil saja, mereka sering melakukan bakti sosial kepada orang - orang yang membutuhkan, membantu masyarakat pada kegiatan - kegiatan sosial didaerahnya, hal ini menjadi salah satu bukti bahwa mereka perduli terhadap sesama. Rasa tanggung jawab yang lahir dari kelompok ini adalah mereka berusaha untuk tetap sebagai porsinya dalam keanggotaan mereka dalam kelompok, baik menjadi ketua maupun anggota, salah satu contoh positif yang mereka miliki adalah ketika mereka memilih kepala anggota yang dipilih dengan perolehan suara oleh anggotanya, dan sekarang - sekarang ini hal yang paling mereka galakan adalan menjaga nama baik kelompoknya dengan lebih mementingkan perbaikan diri baik setiap anggota dan kelompoknya, teman saya yang pernah tergabung pun meresa banyak hal positif yang dia dapat dari pengalaman pernah bergabung didalam kelompok nya dulu, beberapa hal yang telah saya sebut kan diatas tadi menjadi salah satu alasan - asalan positif yang dia dapatkan untuk kelak hidup dalam dunia bermasyarakat yang lebih luas. Faktor Pendewasaan terhadap seseorang dapat tumbuh lebih cepat biasanya dari hal apa yang dia senangi, menuju hal positf sudah tentu pasti karena mendapatkan hal yang terbaik adalah cita -cita setiap orang.

     Dalam tulisan ini saya tidak memposisikan diri sebagai seseorang yang mendukung eksistensi atau merasa tidak setuju dengan keberadaan kelompok bermotor ini, apabila ternyata dapat merugikan orang banyak sudah tentu saya setuju untuk lebih baik kelompok - kelompok seperti ini ditiadakan, namun kembali pada setiap hal - hal yang kita saksikan dan rasakan, karena pada kenyataannya kelompok bermotor selalu dijadikan alasan kuat para pelaku kriminal untuk menyamarkan identitasnya ataupun rival - rival kelompok mereka yang ingin menjatuhkan namabaik kelompok musuhnya. Dan hal yang perlu kitamengerti adalah para individu didalam kelompok ini yang menjadi penggerak dalam kelompoknya apakah mampu memperbaiki citra dan meberikan nilai - nilai positif pada masyarakat atau malah menjadi sosok menakutkan yang merugikan bagi lingkunganya dan orang lain.

haha saya rasa saya sudah cukup menulis mengenai hal ini sampai disini, karena apabila terlalu banyak saya kuatir merugikan pencitraan pihak - pihak tertentu, kembali pada penilaian kita sendiri terhadap kelompok bermotor ini, apakah kita bisa mencerna berita media yang menjadi konsumsi publik belakangan ini, mengapa hanya kelompok bermotor yang disalahkan, padahal kita memiliki institusi pendidikan yang membentuk setiap orang menjadi manusia yang berkualitas, apakah ada yang salah dengan dunia pendidikan di Indonesia?  Setiap kita mendengar mengenai berita geng motor ini marilah kita coba belajar lagi mengapa banyak anak yang bergabung pada kelompok bermotor ini, merugikankan atau menguntungkan bagi mereka para anggotanya dan masyarakat luas. Saya rasa biarlah waktu yang menentukanya agar seluruh lapisan masyarakat tahu dengan lebih jelas mengenai hal ini.

Saya mohon maaf apabila ada pihak - pihak yang merasa dirugikan dalam penulisan artikel saya ini, hal ini hanya sekedar berbagi informasi dan mohon maaf juga apabila dalam penulisan masih terdapat hal - hal yang kurang, silahkan beri komentar anda ...



0 comments:

Post a Comment

Popular Posts

 
Copyright © 2014. KANK n KUNK . All Rights Reserved
Home | Partner Us | Contact Us | Privacy policy | Disclaimer | Link Exchange | Site map
site kanknkunk . by Blogger