Wednesday, July 17, 2013

Manusia Yang Pernah Menangtang Allah SWT

Manusia Menangtang Tuhan !

Manusia Yang Pernah Menangtang Allah SWT
Apabila anda menangtang seorang preman atau jagoan didaerah anda, mungkin anda akan berfikir dua kali untuk mengambil resiko tersebut, se frustasi frustasinya anda pasti akan mengambil tindakan lain selain malah dengan konyol melukai diri anda secara mentahmentah untuk menantang orang lain, haha namun saya tidak tahu apabila anda memiliki hasrat untuk menjadi seorang Mike tyson atau pegulat seperti The Undertaker atau The Rock dalam serial gulat Smack Down. Tapi, bagaimana dengan menangtang Tuhan? apa yang seorang manusia miliki hingga berani dan sombong untuk menangtang Tuhan. Ini adalah kisah tentang seseorang yang pernah menangtang Allah SWT sebelum dia pada akhirnya memeluk agama Islam dan taat pada ajaran agama Islam.



Siapakah Sang Penangtang Tuhan ?


Manusia Yang Pernah Menangtang Allah SWTDia adalah Ruben Abu Bakr, lelaki asal Australia ini adalah seorang yang sangat humoris. Awalnya, Ruben adalah seorang atheis. Namun, akhir-akhir ini dia memiliki hasrat untuk mencari keberadaan Tuhan. Ruben abu bakr pernah mempelajari hampir semua agama, dari agama Kristen, kemudian Katolik, lalu Budha dan Hindu hingga pernah menjadi seorang yahudi.



Cerita Ruben berawal semenjak dia mulai berkuliah. disaat itu, Ruben banyak mendapati bermacam peristiwa berat. Seorang sahabatnya meninggal karena overdosis menggunakan narkoba. Lalu kemudian, orang tuanya yang mengalami perceraian. Ruben pun mengalami keadaan di garis miskin yang sangat mempengaruhi dirinya.

Kata Ruben “Bahkan, anjing kesayanganku juga mati,” (Sungguh menyedihkan).

Mencari Tujuan Hidup

Akibat tingkat frustrasi yang dia alami dari musibah tewasnya seorang sahabat yang ternyata terus menerus dia alami, Ruben pun mulai berfikir dengan serius tentang sebuah arah tujuan hidup. Sudah pasti, bahwa hidup adalah tidak sekadar hanya untuk mati. Bermula dari sebuah pemikirannya itu, Ruben pun mulai mencari tentang keberadaan Tuhan dengan cara melakukan penelitian pada setiap agama yang dia kenal.

Agama Kristen telah menjadi sebuah agama pertamanya yang kemudian memiliki perhatian lebih untuk dia selidiki. Masalah ini terpengaruh karena hampir semua temannya menganut agama  yang memiliki kitab suci Injil tersebut. Dia pun pergi ke gereja dan bergabung bersama banyak orang yang bernyanyi memuji-muji Tuhan dan sembari mengatakan Tuhan Maha Pengasih. Ini adalah pengalaman pertamanya datang ke gereja yang tidak seketika membuat dia merasa puas. Ruben kemudian terus menerus mempelajari ilmu agama Nasrani, hal ini termasuk tentang Katolik, Anglikan, Baptisme, imam, pendeta, dan lain sebagainya yang ada dalam agama Nasrani. Ruben pun mempunyai banyak pertanyaan yang muncul ketika menganut agama Kristen yang malah kemudian Ruben merasa tidak cocok dengan agama satu ini.

Ruben pun melanjutkan pencarianya. Ruben kemudian mulai mempelajari agama Buddha. Dalam hal ini sebuah kebetulan karena Ruben yang bekerja paruh waktu di sebuah pom bensin yang kemudian memiliki teman seseorang yang beragama Buddha. Ruben kaget ketika dia tahu bahwa Tuhan dari agama Buddha ternyata berkepala gajah.

Ruben bertanya pada temanya “Mengapa laki-laki ini memiliki kepala gajah? Bisakan kita memilih kepala singa? Atau sesuatu yang lebih gagah?”.

Dan kemudian Ruben malah menganggapnya sesuatu yang sangat tidak logis. Dia pun sempat memeliti agama yang bernama Mormon. Mulanya, Ruben menilai, ajaran dalam agama yang satu ini sangat baik sebab tidak memperbolehkan setiap penganutnya untuk meminum minuman beralkohol, kafein, dan cola. tetapi, Dia tidak menemukan sebuah arti dari kebaikan iman dalam ajaran agama ini. Ruben pun kemudian mencoba untuk menyelidiki agama Yahudi. Tetapi, sama dengan beberapa hal diatas, Dia masih belum menemukan apa yang sebenarnya dia cari selama ini.

Islam Adalah Agama Teroris !?

karena merasa usahanya sia-sia, Dia pun menemui salah seorang temannya untuk konsultasi. Seorang temannya yang menganut agama Kristen pun bertanya padanya, “Bagaimana dengan agama Islam?

Ruben pun langsung kontak mentahmentah menolak. ”Apa? Islam? Untuk apa aku mempelajari agama terorisme? itu ide Gila!” kata ruben dengan nada sedikit menyentak.

Mulai Mencari Tahu Tentang Islam

Seperti menelan air ludah sendiri. Lidah seorang Ruben tidak sesuai dengan postur tubuhnya. Ruben yang kemudian melangkahkan kakinya memasuki masjid disaat suatu kali pergi dan melewatinya.

Ruben berkata “Aku sungguh tidak tahu menahu akan hal apa yang menggerakkanku kesini, yang jelas aku masih memakai sepatu dan langsung masuk begitu saja kesini. Aku berpikir, aku akan tewas di dalam masjid, sebab hanya aku satu-satunya orang berkulit putih.

Dia pun kemudian bertemu dengan salah seorang laki-laki yang berperawakan besar dapat dilihat dengan penilaian mata bahwa dia berasal Timur Tengah, memiliki janggut dan memakai pakaian gamis. Ruben yang menggambarkannya seperti mendeskripsikan sosok tersangka teroris. Yang mengejutkan, sosok yang dia nilai sebagai teroris tersebut malah menyapa dengan ramah, dan bahkan menyuguhkan beberapa sajian selayaknya menerima seorang tamu.

Dia bernama Abu Hamzah. Aku tidak pernah membayangkan mendapat perlakuan seperti ini sebelumnya,” kenang seorang Ruben.

Dia pun tidak sungkan menanyakan langsung banyak hal tentang agama Islam. Seperti contohnya, kenapa Abu Hamzah memiliki dan memelihara janggutnya dan kenapa seorang Muslimah harus berhijab. Ruben pun kemudian menanyakan juga tentang praktik pernikahan poligami dan lain-lain yang ia ketahui tentang islam yang dia dapat melalui media. Ketika itu, Ruben dengan sombongnya menyangka pertanyaan itu adalah pertanyaan yang sangat berat dan akan mempersulit bagi Abu Hamzah untuk menjawab. Tetapi, lagi-lagi dia terkejut. Seorang Abu Hamzah yang kemudian mengambil kitab suci Al-Quran dan kemudian menjelaskan pada Ruben seperti  sesuai firman Allah SWT yang terdapat dalam kitab suci Al-Quran.

Ya mereka ini selalu membuka Al-Quran untuk menjawab dan sama sekali tidak memiliki opini sendiri. Mereka juga mengatakan untuk tidak boleh memiliki opini tentang firman Tuhan,” kata Ruben yang mulai merasa nyaman.

Ruben pun kemudian membawa pulang sebuah kitab suci Al-Qur’an yang dia dapat dari masjid tersebut. Dia membaca terjemahannya dan sangat kagum sekali akan semua yang ada didalamnya. Ruben terpesona bagaimana Al-Qur’an menjelaskan tentang proses penciptaan manusia. Membuutuhkan waktu enam bulan untuk seorang Ruben mengolah kitab suci Al-Qur’an, sampai akhirnya dia menyimpulkan bahwa, ” Ya inilah yang aku cari dan perlukan selama ini !.

Menangtang Tuhan !

Berangkat dari sebuah tahap awal itu, kemudian Ruben pun berpikir untuk menantang Allah SWT. Ketika bebelum benar-benar melakukan syahadat dan memeluk agama Islam. Ruben menyalakan sebuah lilin, dia duduk di dekat jendelanya, sambil berkata,

Allah, ini adalah waktu untuk saya mulai memahami Islam. Saat ini yang saya butuhkan adalah hanya sebuah tanda. Hanya sebuah tanda kecil, ibtu bisa mungkin sedikit petir, atau mungkin rumah yang tiba-tiba runtuh.

Setelah lama Ruben menanti, ternyata tidak ada apa pun mengenai tanda yang dia minta. Sebuah lilin yang dia harapkan padam seperti sebagaimana yang sering dia saksikan di film-film, itupun tidak terjadi. “Ayolah Allah, hanya satu saja,” Rubenpun memaksa.

Tetapi, tetap saja tidak ada satu atau apa pun yang terjadi saat itu. Diapun merasa kecewa kepada Allah. Bersamaan perasaan kecewanya yang besar, kemudian Ruben kembali membuka kitab suci Al-Qur’an, dia kemudian membaca ayat,
“Dan Dia menundukkan malam dan siang, matahari, dan bulan untukmu. Dan, bintang-bintang itu ditundukkan (untukmu) dengan perintah-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda-tanda (kekuasaan Allah SWT.) bagi kaum yang memahami-(nya).”

Setelah membaca sebuah ayat tersebut, bulu romanya pun berdiri. Ruben yang sombong dan penasaran itu pun segera berlari ke tempat tidurnya dan dia bersembunyi di balik selimutnya. Dengan keringat dingin bercucuran, Ruben tidak mampu melakukan apa apa karena saking takutnya.

Ruben pun berfikir sambil ketakutan “Betapa arogan dan sombongnya aku ini menuntutNya, padahal sudah ada matahari dan semua yang diciptakan-Nya yang sudah jelas merupakan tanda…

Bersyahadat

Karena kapok telah menantang Allah SWT. Dia pun pergi kembali ke masjid yang pernah dia datangi dan bermaksud untuk mengucapkan syahadat. Seluruh Jamaah di masjid itu pun turt menyaksikan menjadi saksi sebuah perubahan besar dalam hidup Ruben untuk menuju ke kebaikan.

Tetapi, Dia mengaku mengalami banyak kesulitan ketika mengucapkan syahadat dengan bahasa Arab yang fasih.

Hey, Bisakah aku mengucapkannya ini dengan bahasa Inggris?” tawaran Ruben pada Abu Hamzah.

permintaan Ruben tersebutpun tidak diizinkan oleh semua jemaah. Walau harus mengalami berkali-kali keseleo pada lidahnya, akhirnya seorang Ruben pun mampu bersyahadat dengan baik dan benar. Setelah mengucapkan 2 kali kalimat syahadat, semua jamaah laki-laki di masjid pun menciumnya. Ketika itu, masjid itu tengah dipadapti jamaah sebab sedang bertepatan dengan awal hari dalam bulan Ramadhan. Ruben berfikiran, baru saat itu dia diciumi oleh begitu banyak laki-laki. Tetapi disisi lain,  Ruben sangat senang dan gembira sekali. Karena peristiwa ini sangat berharga dalam hidupnya dan tak mungkin dapat untuk dia lupakan seumur hidupnya.

Pihak keluarga Mengenai Keislaman Ruben Abu Bakr

Dilain hal, pihak keluarga Ruben merasa  kuatir dan cemas atas keislamannya. Pihak keluarga Ruben berfikiran putra mereka telah tergabung dalam kelompok teroris.

Pihak keluarga ku takut apabila suatu hari aku menenteng sebuah senapan AK 47 dan lengkap dengan granat,” Ruben bercerita sembari tersenyum. Tetapi, dihari kehari, orang tuanya justru malah mendapati Ruben menjadi seorang dengan pribadi yang patuh dan baik pada orangtua. Semua keluarga rubenpun menyukai perubahan besar Ruben ini.

Dan bahkan, ayahnya turut tertarik untuk membaca kitab suci Al-Quran. Kemudian berkata “Sekarang, kau menjadi seorang yang bisa lebih diandalkan, dipercaya, dan mudah dimintai tolong,” Ruben bercerita tentang ucapan ayahnya terhadapnya ketika sudah membaca kitab suci Al-qur'an.




Manusia Yang Pernah Menangtang Allah SWT
Sebagai orang australia, aku tak ingin membuat tersinggung orang australia disini tapi didikanku berasal dari didikan negaraku

Sebuah Fenomena keislaman seseorang yang sudah sepatutnya jadi pelajaran bagi kita semua yang membaca kisah seorang Ruben Abu Bakr ini, dia dengan keadaan hidupnya yang berat berupaya untuk menemukan tuhanya untuk mencari sebuah jawaban dan tujuan hidup yang kini telah dia dapati dan nikmati, kini Ruben Abu Bakr menjadi salah satu teladan bahkan bagi para muslim lainya yang membaca atau mendengar kisahnya, semoga tulisan diatas menjadi salah satu pelajaran juga bagi kita yang membaca dan saya yang mencoba menulisnya kembali dalam postingan kali ini.
Semoga bermanfaat

Artikel Terkait

Manusia Yang Pernah Menangtang Allah SWT
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

4 komentar